15
Sep
08

ketentuan2 pasar modal

KETERBUKAAN DALAM PASAR MODAL

Bismar Nasution, Cet-1, Jakarta: Fakultas Hukum

Universitas Indonesia, Program Pascasarjana, 2001

xvi + 229 hlm + bibliografi + indeks, 23 cm

ISBN 979-3115-00-9

 

Pada Kata Pengantar buku ini, Prof. Erman Rajagukguk mengatakan sebagian besar masyarakat Cina berpandangan bahwa mengadakan investasi di pasar modal adalah jalan yang cepat untuk menjadi kapitalis yang kaya. Untuk itu para pemimpin Cina berusaha menemukan jalan untuk dapat mendirikan pasar modal dan kemudian mereka berhasil mendirikannya. Salah satunya adalah Bursa Efek Shenzhen di Propinsi Guandong, sebelah utara Hong Kong. Pada suatu hari para pejabat Cina sangat terkejut ketika sekitar 1,3 juta orang melakukan antrean panjang selama dua hari dua malam untuk mendapatkan formulir pemesanan saham dari perusahaan-perusahaan yang akan go public, padahal kota Shenzhen ketika itu diperkirakan hanya berpenduduk sekitar 1 juta orang. Orang-orang yang antre tersebut menjadi marah ketika para pejabat Cina mengumumkan formulir pemasanan telah habis dan mereka disuruh pulang ke rumah masing-masing. Mereka mencurigai elit Partai Komunis Cina, lapisan yang kaya dan berkuasa di Cina telah mengambil semua formulir pemesanan, sebagaimana biasa terjadi pada berbagai kesempatan yang menguntungkan selama berpuluh tahun di bawah kontrol Partai Komunis. Massa yang sedang marah tersebut kemudian berkumpul di balaikota Shenzhen, sebuah bangunan kecil yang dikelilingi oleh lapangan rumput dan taman. Halaman dan taman tersebut tentu tidak bisa menampung 1 juta orang yang mulai melempar batu-batu dan botol, kemudian mereka mencoba membakar gedung balaikota. Untunglah pasukan keamanan datang membubarkan pengunjuk rasa namun beberapa orang terluka, dimana peristiwa ini merupakan huru-hara yang terburuk sesudah insiden Tienanmen. Setelah huru-hara itu berakhir, pejabat tinggi kedutaan Besar Cina di Washington menelpon Richard C. Breeden Ketua Securities and Exchange Comission (SEC) Amerika Serikat untuk mengundangnya ke Cina mendiskusikan undang-undang dan sistem pasar modal Amerika Serikat. Breeden mengunjungi Beijing, Shanghai dan Shenzen pada bulan September 1993. Sebelumnya ia tidak dapat membayangkan bagaimana pemerintah RRC berpaling ke Amerika Serikat yang kapitalis untuk menyusun peraturan pasal modal Cina (2001: vii-viii).

Menurut Bismar Nasution prinsip keterbukaan adalah jiwa pasar modal itu sendiri. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam denga  melakukan comparative study tentang bagaimana sesungguhnya pelaksanaan prinsip keterbukaan dan penentuan fakta material di Indonesia dan Amerika Serikat mengingat: (1) globalisasi ekonomi menimbulkan akibat yang besaar sekali pada bidang hukum, atau dengan kata lain globalisasi ekonomi juga menyebabkan terjadinya globalisasi hukum; (2) pengaturan pasar modal di Amerika Serikat telah teruji melalui perjalanan yang panjang sejak tahun 1933, tepatnya setelah Kongres pertama kalinya membuat Securities Act dan disetujui sebagai undang-undang tanggal 16 Mei 1933; dan (3) hingga tahun 1987 pasar modal Amerika Serikat lebih maju atau telah berkembang pesat dibandingkan dengan negara-negara lain dimana sejak tahun 19700 secara informal kegiatan jual-beli saham sudah dilakukan di New York yang menjadi cikal-bakal New York Stock Exchange (NYSE). Penerapan prinsip keterbukaan dalam pasar modal berguna untuk: (1) memelihara kepercayaan publik terhadap pasar; (2) menciptakan mekanisme pasar yang efisien; dan (3) mencegah terjadinya penipuan (fraud). Sehubungan dengan hal ini Barry A.K. Rider mengatakan, bahwa “sun ligh is the best disinfectant and electric ligh the best policemen“, atau dengan kata lain “more disclosure will inevitably discourage wrongdoing and abuse“. (2001: 1-9).

Penegakan prinsip keterbukaan guna memelihara kepercayaan investor sebagai faktor fundamental, bukanlah satu-satunya pendekatan untuk memprediksi harga saham. Faktor teknis seperti psikologis dan emosi juga berpengaruh, misalnya berkenaan dengan keadaan ekonomi, politik, kebijakan pemerintah dan rumor. Harga saham dipengaruhi oleh faktor psikologis ditandai dengan kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada bulan Oktober 1987 yang lebih dikenal dengan sebutan Black Monday. Sedangkan di Indonesia pengaruh faktor ekonomi terhadap turun-naiknya harga saham di pasar modal terjadi sejak terjadinya krisis moneter pada bulan Juli 1997. Indikator jeleknya ekonomi makro saat itu tampak dari depresiasi rupiah terhadap dollar AS hingga mencapai Rp 17.000 per dollar AS. Percobaan pembunuhan terhadap Presiden AS Ronald Reagen pada tanggal 30 Maret 1981 di depan Hotel Hilton Washington DC, ternyata diikuti dengan anjlioknya indeks harga saham di bursa-bursa AS dan bursa internasional lainnya. Begitu percobaan pembunuhan dinyatakan gagal dan Reagen dikabarkan sembuh setelah diadakan perawatan intensif, maka indeks harga saham pulih kembali. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan politik sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor. Demikian pula halnya dengan pigur Soeharto di Indonesia berpengaruh terhadap pasar apabila dilihat dari turun-naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa. Keadaan ini dapat dipahami dari keinginan pasar untuk keterbukaan infornasi: apakah Soeharto akan menjadi Presiden melalui Sidang Umum MPR pada bulan Maret 1998, mengingat usianya sudah 77 tahun. Pada tanggal 7 Januari 1998 beredar rumor antara lain: “Pak Harto telah memutuskan untuk tidak mau dicalonkan lagi”. Besoknya, Kamis 8 Januari 1998, IHSG BEJ anjlog ke bawah posisi 330 point. Dan mundurnya Soeharto dari jabatan Presiden pada hari Kamis 21 Mei, diikuti dengan bangkitnya kembali (rebound) bursa, yang ditandai dengan volume transaksi pada hari itu meningkat cukup signifikan, yaitu 204,7 juta lembar saham dengan nilai Rp 208,378. IHSG BEJ menguat 21,137 poin, dan ditutup pada posisi 445,143. Anjlognya harga saham pada minggu pertama Januari 1998 dipengaruhi oleh rumor yang beredar mengenai rencana pemerintah Indonesia mengumumkan penundaan pembayaran utang luar negeri dan rumor mengenai penyusunan RAPBN yang bakal mengundang reaksi IMF karena banyak yang tidak sesuai dengan syarat-syarat refomasi di bidang ekonomi. Rumor adanya swiping bagi warga negara asing pada tanggal 2 Oktober 2001 juga telah membuat IHSG di BEJ menjadi anjlog, tercermin dari turunnya IHSG 11,443 poin (2,9 persen) menjadi 377,232 dari level sehari sebelumnya yang mencapai 388,675. Penurunan IHSG ini beriringan dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung yang membebaskan Hutomo Mandala Putra. Salah satu contoh kebijakan pemerintah Indonesia yang mempengaruhi kepercayaan investor terhadap harga saham adalah keputusan pembekuan izin operasi untuk tujuh bank swasta nasional pada tanggal 4 April 1998. Pembekuan tersebut melahirkan tanggapan negatif pelaku bursa, dimana mereka melakukan profit taking, sehingga membuat IHSG menjadi anjlog. (2001: 21-50).

Umumnya pelanggaran prinsip keterbukaan, juga termasuk pernyataan menyesatkan disebabkan adanya misrepresentation atau pernyataan dengan membuat penghilangan (omission) fakta material, baik di dalam dokumen-dokumen penawaran umum maupun dalam perdagangan saham, sehingga menciptakan gambaran yang salah tentang kualitas emiten, manajemen dan potensi ekonomi emiten. Oleh sebab itulah peraturan pelaksanaan perinsip keterbukaan membuat larangan atas perbuatan misrepresentation dan omission. Dalam perkara Myzel v. Field. 386 F. 2d 718 C.A. Minn (1967) ditetapkan bahwa batasan misrepresentation dan omission yang menyebabkan suatu pernyataan dikategorikan menyesatkan, adalah apbila pernyataan fakta material yang dingkapkan itu salah atau tidak lengkap dan pihak yang melakukannya mempunyai maksud melakukan penipuan. Di Indonesia pelanggaran prinsip keterbukaan dalam bentuk pernyataan yang menyesatkan dapat dilihat dari indikasi pembukuan ganda milik anak perusahaan PT Sumarecon Agung yang dilakukan oleh dua akuntan publik. Karena itu Bapepam menjatuhkan sanksi pembekuan ijin sebagai profesi penunjang pasar modal terhadap kedua akuntan publik tersebut. (2001: 52-76).

Bismar Nasution mengatakan bahwa di Indonesia prinsip keterbukaan belum cukup diatur dalam pasar modal. Ketiadaan pengaturan yang terperinci menyakut banyak hal telah mengakibatkan perlidungan bagi investor belum optimal, dimana keadaan yang demikian itu merugikan emiten karena para investor akan berpaling kepada perusahan (emiten) yang dapat memberikan informasi secara komprehensif dan akurat. Sudah dapat dipastikan bahwa harga saham di bursa dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya semata-mata ditentukan oleh faktor keterbukaan. Perkembangan politik dan ekonomi di dalam dan luar negeri, serta kepastian hukum dalam banyak hal menentukan naik-turunnya harga saham. Oleh karenanya stabilitas politik di dalam negeri, kemantapan perkembangan ekonomi internal dan kepastian hukum merupakan hal yang perlu dicapai pemerintah, sehingga pasar modal dapat berkembang dengan baik. Namun demikian karena BEJ sudah terkait dengan pasar modal, maka perkembangan ekonomi internasional termasuk juga faktor penentu bagi perkembangan pasar modal Indonesia. (EN)


2 Responses to “ketentuan2 pasar modal”


  1. 1 widowati soemantri
    Desember 20, 2009 pukul 1:55 pm

    Dengan hormat,
    Saya adalah mahasiswa Pascasarjana FHUI yang sedang menulis Tesis dan sangat membutuhkan buku Keterbukaan Dalam Pasar Modal untuk referensi penulisan Tesis. Mohon informasi bagaimana dan dimana saya bisa memperoleh buku tersebut.
    Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,
    Widowati Soemantri
    Pascasarjana FHUI

  2. Desember 21, 2009 pukul 12:28 am

    Sdri Widowati S. YTH.
    Sepertinya buku tersebut belum dicetak ulang kembali, sehingga sulit mendapatkannya di toko2 buku. Saya masih memiliki 2 buah, kalau berkenan sdri dapat mengkontak saya (edi.nasution@gmail.com).
    Wassalam,
    EN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: