17
Sep
08

hukum kegiatan ekonomi (1)

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Prof. Dr. Bismar Nasution, S.H., M.H. 

 

HUKUM KEGIATAN EKONOMI  (I)

Prof. Dr. Bismar Nasution, S.H., M.H., Cet. 3 (Edisi Revisi)  – Bandung:

BooksTerrace & Library, Agustus 2008

xvi + 266 hlm + Bibliografi + indeks, 23 cm

 

ISBN 978-979-99024-7-4

 

Penerbit :

BooksTerrace & Library

Pusat Informasi Hukum Indonesia

(Information Center for Indonesian Law)

Kompleks Metro Trade Centre Blok B No. 21

Jalan Soekarno-Hatta Bandung – 40286

Telp/Fax: 66-22-7537555

 

Percepatan proses globalisasi yang berlangsung secara fundamental dalam dua dekade terakhir ini, menurut Bismar Nasution, telah mengubah struktur dan pola hubungan perdagangan dan keuangan internasional. Hal ini menjadi fenomena penting dan sekaligus merupakan suatu “New Era” yang ditandai dengan pertumbuhan perdagangan internasional yang tinggi, semakin besarnya perkembangan pasar modal internasional, penyebaran investasi secara langsung, dan tingginya mobilitas pemasukan modal portofolio swasta antara negara-negara maju dan berkembang. Di samping itu, interaksi berskala global antara perusahaan-perusahaan multinasional melalui aliansi eksternal yang semakin beragam cakupannya, antara lain seperti: joint venture, sub-contracting, licensing, dan persekutuan antar perusahaan (inter-firm agreement) lainnya ini menandai pola baru dari hubungan aktifitas industri internasional (international inter-industrial linkage). Apabila suatu negara ingin masuk dan menjadi bagian dari jaringan hubungan global (global relation network) yang efisien dan berdaya saing tinggi dalam rangka memanfaatkan peluang bagi kepentingan kesejahteraan nasionalnya, maka negara tersebut harus memenuhi tuntutan liberalisasi dan reformasi di bidang ekonomi dan keuangan.

Dalam lingkungan bisnis internasional yang tercipta melalui perkembangan globalisasi ini, negara yang ingin terlibat langsung di dalamnya perlu memperhatikan dan mengantisipasi dua hal pokok. Pertama, tingginya tingkat ketergantungan antar negara-negara, dan kedua, semakin tajamnya persaingan di pasar dunia. Para ahli ekonomi dan keuangan sependapat bahwa arus globalisasi ekonomi yang menimbulkan hubungan interdependensi dan integrasi dalam bidang finansial, produksi dan perdagangan telah membawa dampak pada pengelolaan ekonomi Indonesia. Dampak dari arus globalisasi ekonomi ini lebih terasa lagi setelah dikembangkannya prinsip liberalisasi perdagangan yang telah diupayakan secara bersama-sama oleh negara-negara di dunia dalam bentuk kerjasama ekonomi regional (NAFTA, SEM, EFTA, ANCERTA, AFTA, APEC) dan kerjasama ekonomi internasional seperti WTO.

Indonesia dengan sistem perekonomian yang bersifat terbuka akan lebih mudah dipengaruhi oleh prinsip-prinsip perekonomian global dan liberalisasi perdagangan tersebut. Perekonomian Indonesia akan berhadapan secara langsung dan terbuka lebar dengan perekonomian negara lain, terutama melalui kerjasama ekonomi dengan mitra dagang Indonesia di luar negeri seperti pada sektor ekspor-impor; investasi, baik yang bersifat investasi langsung maupun tidak langsung; serta pinjam-meminjam. Pengaruh dari sistem perekonomian global dan liberaliasi perdagangan tersebut menjadi tantangan bagi perumusan kembali kebijaksanaan nasional di bidang ekonomi dan pelakunya di masa mendatang.

Di era perdagangan bebas seperti sekarangini, Indonesia sudah harus memiliki persiapan yang mantap untuk menghadapi pengaruh yang timbul pada perekonomian dan atau perdagangan Indonesia dalam semua aspek, termasuk di dalamnya aspek hukum, khususnya hukum ekonomi sebagai pranata hukum yang berisikan kebijaksanaan untuk mengarahkan kegiatan ekonomi ke suatu arah tertentu. Terlebih-lebih pada awal abad ke-20 ini  adalah awal berlakunya beberapa ketentuan perjanjian AFTA yang merupakan tenggang waktu bagi negara-negara berkembang untuk memperbaharui atau mengharmonisasikan pranata hukum (peraturan perundang-undangan) dengan ketentuan-ketentuan agreement establishing WTO beserta ketentuan-ketentuan annexes-nya yang telah diratifikasi Indonesia pada tanggal 2 Nopember 1994 melalui Undang-Undang No. 7 Tahun 1994. Karena itu pembaharuan hukum ekonomi Indonesia merupakan konsekuensi dari Indonesia sebagai salah satu di antara 125 negara yang ikut menandatangani perjanjian WTO yang lahir sebagai hasil perundingan Putaran Uruguay (Uruguay Round) yang diselenggarakan dalam kerangka General Agreement on Tariff and Trade (GATT), yang dimulai pada September 1986 di Funtadel Este, Uruguay dan berakhir pada 15 April 1994 di Marakesh, Marokko.  WTO adalah pengganti GATT, suatu organisasi perdagangan Internasional dengan tujuan utama adalah untuk merealisasikan perdagangan internasional dan menjadikan perdagangan bebas sebagai landasan perdagangan internasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan kesejahteran umat manusia. Dalam pasal XVI Ayat (4) dan (5) persetujuan perundingan WTO dinyatakan, bahwa setiap anggota harus menjamin keselarasan undang-undang, aturan-aturan dan prosedur-prosedur administratif nasionalnya sendiri.

Pengkajian dan pembaharuan hukum dalam kaitannya dengan pembangunan yang diharmonisasikan dengan era globalisasi sekarang ini harus sesuai dengan prinsip dan ciri dari globalisasi itu sendiri. John Naisbitt dan Patricia Aburdene yang melukiskan ramalan mereka tentang era globalisasi melalui buku Mega Trend 2000 telah menjadi perhatian umat manusia. Di dalam buku tersebut dilukiskan bagaimana situasi kehidupan umat manusia dalam era globalisasi, dimana prinsip dan ciri globalisasi antara lain single economy atau economy-one market place, yang menuntut negara-negara di dunia untuk melakukan harmonisasi hukumnya agar sesuai dengan tuntutan era globalisasi ekonomi dan perdagangan dengan cara melakukan berbagai structural adjusment policies berupa serangkaian deregulasi, liberalisasi, debirokratisasi dan swastanisasi. Untuk hal ini, John Naisbitt ada mengemukakan, bahwa “the march forward deregulation, liberalization and privatitation will continue in quick steep. Mungkin keadaan inilah yang mendorong munculnya kajian-kajian tentang pengaruh globalisasi ekonomi terhadap peranan hukum di berbagai belahan dunia.

Masalah hukum dalam era globalisasi sejalan dengan ruang lingkup dari perdagangan bebas itu sendiri. Ini seringkali diartikan sebagai suatu pertukaran dari komoditi-komoditi antara negara-negara independen tanpa adanya halangan-halangan hukum yang bermaksud untuk membatasi perdagangan tersebut, antara lain seperti tarif protektif, kuota, kontrol komoditi, kontrol terhadap pertukaran barang, prosedur bea-cukai yang sulit, atau monopoli pemerintah atau praktek monopoli lainnya. Pembaharuan hukum sangat penting dan mutlak dilakukan. Kebijaksanaan pembaharuan hukum Indonesia dalam era 2003 hendaknya berorientasi kepada jaminan dan kepastian hukum yang lebih jelas dan pasti. Seiringan dengan itu, yang juga harus menjadi perhatian adalah sarana yang dapat mempelancar jalannya perekonomian, termasuk peraturan perundang-undangan.

Menyangkut peraturan perundang-undangan, dengan pendekatan pembaharuan hukum ekonomi dalam menyongsong era 2003, maka program legislasi nasional di masa mendatang harus memberikan prioritas pada peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tujuan dari Putaran Uruguay agar seiring dan sejalan dengan aturan permainan dalam perdagangan Internasional. Upaya ini perlu segera dilakukan mengingat perdagangan dunia cenderung semakin terbuka, sehingga arus perdagangan antar negara semakin terus meningkat. Namun untuk itu harus disertai pula dengan suatu kebijakan untuk mengurangi hambatan-hambatan dalam bentuk tarif maupun non tarif. Keterbukaan pasar yang semakin luas dapat meningkatkan arus perdagangan serta mampu menunjang kegiatan ekonomi semua anggota, dan pada akhirnya kesejahteraan ekonomi masing-masing negara dapat ditingkatkan.*** (EN)


0 Responses to “hukum kegiatan ekonomi (1)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: