18
Sep
08

perdagangan orang dalam

INSIDER TRADING

KEJAHATAN DI PASAR MODAL

Pengarang: Asril Sitompul~Zulkarnain Sitompul~Bismar Nasution,

Cet. 1 ~ Bandung: Books  Terrace & Library, 2007

x + 447 + indeks, 23 cm

 

Bibliografi

ISBN 979-99024-3-6

 

Penerbit

Books Terrace & Library

Pusat Informasi Hukum Indonesia

(Information Center for Indonesian Law)

Kompleks Metro Trade Centre Blok B No. 21

Jalan Soekarno-Hatta Bandung – 40286

Telp/Fax : 06-22-7537555

 

 

Di dalam buku ini ada dijelaskan, bahwa jika salah seorang di antara komisaris, direktur, pejabat, atau pegawai suatu perusahaan publik (mereka ini disebut “orang dalam”) menjual saham perusahaan yang dimilikinya, apakah anda juga akan ikut menjual saham perusahaan tersebut yang anda pegang? Dalam hal ini, anda harus hati-hati. Sebab orang dalam perusahaan mungkin saja menjual sahamnya dengan berbagai pertimbangan yang kemungkinan besar berbeda dengan kepentingan anda. Namun, jika orang dalam perusahaan melakukan pembelian saham perusahaan tersebut, terutama dalam jumlah besar, maka biasanya hanya ada satu alasan, yaitu mereka mengharapkan atau memperkirakan atau mengetahui bahwa harga saham perusahaan itu akan naik dan dalam waktu dekat mereka akan dapat menjualnya untuk memperoleh keuntungan. Untuk hal ini, terserah pertimbangan anda apakah anda akan ikut membeli saham perusahaan tersebut atau tidak. 

Orang dalam yang membeli saham perusahaan dan kemudian menjualnya ketika harganya naik, merupakan suatu peristiwa yang biasa. Namun yang membuatnya menjadi tidak biasa adalah apabila dalam melakukan pembelian dan penjualan tersebut, orang dalam itu mendasarkan perbuatannya kepada adanya informasi material tentang perusahaan yang belum diinformasikan kepada publik, misalnya tentang rencana perusahaan untuk melakukan merger, atau rencana akan mengakuisisi perusahaan lain yang akan membuat nilai perusahaan itu menjadi naik. Apabila hal ini terjadi maka bukan saja perbuatan tersebut menjadi perbuatan yang tidak biasa, bahkan perbuatan itu akan mengakibatkan orang dalam tersebut dapat dikenakan tuduhan melakukan kejahatan pasar modal yang dinamakan insider trading atau perdagangan orang dalam. Insider trading merupakan suatu hal yang telah lama menjadi topik pembahasan di kalangan pasar modal di seluruh dunia. 

Orang dalam perusahaan tidak dilarang melakukan perdagangan saham perusahaan yang dipegangnya, akan tetapi jika orang dalam perusahaan tersebut, berencana melakukan transaksi efek perusahaan tersebut dengan perhitungan yang didasarkan pada informasi material yang ada di perusahaan, maka sebelum perdagangan itu dilaksanakan perusahaan harus sudah mempublikasikan informasi material tersebut secara terbuka. Jika perusahaan belum atau tidak melakukan pengungkapan informasi, maka ada kemungkinan orang dalam tersebut akan dapat dikenakan tuduhan melakukan insider trading. Hal ini berkaitan dengan adanya ketentuan tentang disclosure or abstain from trading, dimana orang dalam perusahaan harus memilih apakah ia akan melakukan disclosure atau tidak melakukan perdagangan dengan berdasarkan informasi material non-publik yang didapat atau dimilikinya.

Insider trading ini hanya dikenakan terhadap orang yang melakukan perdagangan efek atau sekuritas, jadi meskipun pihak penjual atau pembeli tidak mempunyai informasi yang sama tentang suatu barang atau jasa lain yang menjadi objek jual-beli, mereka tidak dikenakan tuduhan melakukan insider trading. Untuk itu, sebelum seseorang atau suatu pihak dapat dikenakan tuduhan melakukan insider trading maka harus ditentukan terlebih dahulu, bahwa objek transaksi yang dilakukan adalah efek atau sekuritas.

Di Indonesia peraturan tentang perdagangan orang dalam ini terdapat di dalam Undang-Undang Pasar Modal (Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995). Meskipun di dalam undang-undang ini tidak terdapat definisi perdagangan orang dalam, namun dari pasal-pasal yang ada pada UU ini dapat disimpulkan apa yang dimaksud dengan insider trading tersebut.

Di dalam perundang-undangan Malaysia dinyatakan bahwa insider trading adalah suatu situasi dimana seseorang, membeli atau menjual efek sedangkan ia memiliki informasi rahasia yang mempunyai dampak atas harga yang akan diberikan terhadap efek tersebut. Informasi tersebut didapat melalui atau karena adanya hubungan antara orang tersebut dengan perusahaan yang efeknya akan dijual-belikan. Orang tersebut mungkin direktur, pegawai, ataupun konsultan perusahaan yang bersangkutan, dan mungkin pula ia adalah orang yang mempunyai kedudukan yang menyebabkan ia dapat memperoleh informasi rahasia tersebut, dan memberikan informasi rahasia itu kepada orang lain secara langsung atau tidak langsung. Sementara di Australia berdasarkan ketentuan yang ada,  insider trading adalah tindakan yang berhubungan dengan seseorang yang melakukan perdagangan dengan berdasarkan kepada informasi yang belum didisclose tentang efek perusahaan emiten yang sensitif terhadap harga efek.

Sedangkan di Amerika Serikat, ketentuan tentang insider trading ini mengacu kepada Section 10(b) dari Exchange Act 1934 dan Rule 10b-5 yang mengatur perdagangan yang dilakukan dengan menggunakan informasi material non-publik. Penerapan kedua peraturan itu tergantung pada ada atau tidaknya kewajiban untuk melakukan disclosure bagi seseorang atau pihak yang memiliki informasi tersebut. Sebagai contoh, dalam perkara Dirk v. SEC pengadilan memutuskan bahwa seseorang atau setiap pihak yang mempunyai informasi material non-publik diwajibkan melakukan disclosure atau tidak melakukan perdagangan (abstain from trading) dan adanya pelanggaran terhadap kewajiban ini tergantung pula kepada ada atau tidaknya keuntungan yang diperoleh baik secara langsung atau tidak langsung oleh seseorang atau pihak orang dalam (dalam hal ini disebut tipper), dan selanjutnya apabila tidak terjadi pelanggaran oleh tipper maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh tippee (orang yang menerima informasi tersebut).

Insider trading ini berbeda dengan kejahatan pasar modal lain yang umumnya adalah menyangkut perbuatan-perbuatan yang secara umum memang dilarang, yaitu perbuatan yang berkaitan dengan pemberian informasi yang palsu, menyesatkan, tidak benar atau perbuatan yang berupa penipuan dan penggelapan, atau penyiaran informasi palsu atau menyesatkan tentang efek perusahaan emiten. Untuk dapat dikategorikan ke dalam perbuatan insider trading maka harus terdapat unsur-unsur sebagai berikut: (i) pelaku harus menyadari adanya suatu informasi tertentu; (ii) informasi tersebut tidak tersedia untuk publik; (iii) investor yang rasional mengharapkan jika informasi dirilis ke publik, akan membawa dampak material terhadap harga atau nilai efek suatu perusahaan tersebut; dan (iv) pelaku harus mengetahui, atau patut diduga mengetahui, bahwa informasi tersebut bersifat material dan tidak tersedia untuk publik (informasi non-publik). Jika semua unsur-unsur tersebut dipenuhi maka seseorang yang memiliki informasi tersebut tidak dibolehkan melakukan perdagangan efek perusahaan sebelum informasi itu disampaikan kepada publik. Hal ini sesuai dengan ketentuan “disclosure or abstain from trading” yang disebutkan di atas. Selain dilarang melakukan perdagangan ia juga tidak diperbolehkan untuk menyuruh orang lain melakukan perdagangan atau memberikan informasi tersebut kepada orang lain yang patut diduganya akan melakukan perdagangan.

Setiap perusahaan yang telah melakukan penawaran umum dan sahamnya telah diperdagangkan di pasar modal, berarti telah menjadi perusahaan publik. Perusahaan publik adalah perusahaan yang pemegang sahamnya bukan lagi terbatas pada beberapa orang pendirinya, akan tetapi juga masyarakat umum, maka perusahaan ini dinamakan juga perusahaan terbuka. Bagi setiap perusahaan terbuka terdapat kewajiban untuk menyediakan informasi bagi para pemegang sahamnya. Informasi yang wajib diungkapkan (disclose) adalah informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan investor dalam perdagangan saham perusahaan. Informasi atau fakta material adalah informasi atau data penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. Dalam memutuskan apakah suatu informasi akan diungkapkan (disclose) atau tidak, perusahaan harus memperhatikan ketentuan undang-undang pasar modal dan peraturan bursa dimana saham-saham perusahaan didaftarkan dan dicatatkan.

Perusahaan harus memegang prinsip kehati-hatian dalam arti harus benar-benar yakin mengenai kebenaran dan keakuratan informasi tersebut. Prinsip kehati-hatian ini adalah untuk menghindari gugatan dari para investor berdasarkan pengungkapan (disclosure) informasi yang merupakan pernyataan yang menyesatkan (misleading statement) atau melakukan pengabaian informasi (omission) atau membuat pernyataan yang tidak benar (misrepresentation).

Misleading statement terjadi apabila perusahaan perusahaan men-disclose suatu informasi ternyata kemudian informasi tersebut menyesatkan, contohnya perusahaan mengeluarkan informasi tentang suatu rencana yang akan dilaksanakan perusahaan, namun ternyata rencana tersebut tidak dilaksanakan maka investor dapat menuduh perusahaan mengeluarkan informasi menyesatkan yang menyebabkan mereka telah mengambil keputusan tertentu dalam perdagangan saham perusahaan.

Demikian pula bila perusahaan membantah suatu informasi yang diberikan oleh suatu pihak, dan ternyata informasi itu benar, sebagai contoh bila pemerintah menyatakan bahwa pemerintah akan menjual saham perusahaan yang dimilikinya dan informasi itu dibantah oleh pihak perusahaan, bila ternyata bahwa pemerintah benar-benar menjual sahamnya maka perusahaan dapat dituduh melakukan omission yaitu menyembunyikan informasi yang benar.

Sedangkan misrepresentation dapat terjadi bila perusahaan mengeluarkan informasi yang tidak benar, antara lain tentang keadaan bisnis, manajemen ataupun tentang posisi keuangan perusahaan. Apabila perusahaan telah mengeluarkan suatu informasi dan kemudian ternyata informasi tersebut tidak benar maka perusahaan harus segera memberi penjelasan mengapa hal tersebut terjadi. Misalkan perusahaan mengeluarkan informasi tentang suatu rencana, ternyata rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan maka perusahaan harus memberi penjelasan mengapa rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan agar tidak digugat berdasarkan pemberian pernyataan yang menyesatkan (misleading statement) atau pernyataan yang salah (misrepresentation).

Demikian pula bila pihak lain mengeluarkan informasi yang kemudian dibantah oleh perusahaan dan ternyata terbukti bahwa informasi itu benar maka perusahaan harus memberi penjelasan agar tidak digugat atas dasar melakukan penyembunyian informasi (omission).

Di Amerika Serikat peraturan tentang pengungkapan ini terdapat pada Rule 10b-5 dari the Securities and Exchange Act of 1934. Perusahaan Indonesia juga perlu memperhatikan peraturan ini apabila saham perusahaan tersebut terdaftar di US-SEC dan tercatat di bursa NYSE atau diperdagangkan over the counter di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia peraturan ini terdapat di dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang  Pasar Modal. Sanksi atas pelanggaran pasal 93 adalah hukuman pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan denda setinggi-tingginya 15 milyar rupiah (pasal 104). Untuk pelanggaran Rule 10b-5 sanksinya adalah ganti rugi atas kerugian yang diderita investor yang melakukan perdagangan saham perusahaan dengan dasar kepercayaan atas pernyataan atau informasi yang didisclose oleh perusahaan. (EN)


5 Responses to “perdagangan orang dalam”


  1. Maret 18, 2009 pukul 7:31 am

    Kira2 dimana saya bisa dapatkan buku ini (daerah Jakarta)dan Berapa harganya?
    Terima kasih atas bantuannya.

  2. Maret 18, 2009 pukul 9:40 am

    Terima kasih atas atensi Bapak AW Kusumo. Buku ini tersedia di penerbitnya dengan alamat sbb: Penerbit Books Terrace & Library
    (Pusat Informasi Hukum Indonesia)
    Kompleks Metro Trade Centre Blok B No. 21
    Jalan Soekarno-Hatta Bandung – 40286
    Telp/Fax : 06-22-7537555
    Mohon maaf kami tidak tahu berapa harga penjualannya.

  3. 3 bayu wicaksono
    Oktober 14, 2010 pukul 12:44 am

    pak, kalo saya mau membeli buku ini secara online bisa tdk?

  4. Oktober 18, 2010 pukul 12:43 am

    setahu saya buku ini belum tersedia (dijual) secara online. tq sdr. Bayu atas kunjungannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: