18
Sep
08

bunga rampai aml

Bunga Rampai Anti Pencucian Uang

Bibliografi, Indeks, viii + 389 hlm, 16 x 22 cm

 

Pengarang: Dr. Yunus Husein, SH, LL.M

Cetakan pertama, 2007

 

Penerbit:

Books Terrace & Library

Kompleks Metro Trade Center Blok B No. 21

Jalan Soekarno-Hatta, Bandung 40286

 

ISBN 978-979-99024-6-7

 

 

Buku yang diterbitkan Books Terrace & Library ini merupakan kumpulan tulisan Dr. Yunus Husein, SH, LL.M  yang sebelumnya berbentuk makalah dan artikel dari mulai tahun 2001 hingga 2007 ini. Makalah-makalah dimaksud telah disampaikan pada berbagai kegiatan seperti seminar, sosialisasi dan pelatihan mengenai rezim anti pencucian uang, sedangkan artikel-artikel yang dimuat dalam buku ini telah pula dipublikasikan oleh beberapa media massa di Indonesia. Pada umumnya isi makalah dan artikel tersebut membahas berbagai aspek penting dari tindak pidana pencucian uang serta fungsi dan peranan PPATK sebagai focal point dalam mengkoordinasikan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia. Sehubungan dengan itu, satu hal yang cukup sulit dihindarkan dalam penyusunan buku ini adalah adanya pengulangan pokok-pokok pikiran yang relatif sama dalam beberapa tulisan meskipun topiknya berbeda.

Munculnya keinginan penulis dan penerbit untuk mempublikasikan buku ini ke tengah masyarakat adalah mengingat buku-buku yang membahas praktik pencucian uang (money laundering) di Indonesia sampai saat ini masih sedikit sekali. Maka dengan kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya khasanah pengetahuan publik tentang kejahatan pencucian uang dan penanganannya.

Di Indonesia rezim anti pencucian uang dibangun dengan melibatkan berbagai komponen, yaitu pihak pelapor (Penyedia Jasa Keuangan), otoritas industri keuangan (Bank Indonesia dan Bapepam-LK), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Komite TPPU, PPATK, penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan dan Peradilan) serta pihak lain yang mendukungnya seperti Presiden, DPR, Publik, lembaga internasional dan institusi terkait di dalam negeri seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Departemen Kehutanan dan sebagainya. Kerjasama dan koordinasi yang sedemikian banyaknya, yang melibatkan berbagai institusi negara dan pihak terkait lainnya, tidak bisa tidak harus didukung dengan tindakan konkrit dari setiap elemen yang terlibat dalam rezim anti pencucian uang melalui pelaksanaan fungsi dan tugas serta peranan masing-masing. Karena apabila salah satu elemen dari kesatuan rezim anti pencucian uang (sebagai suatu sistem) tersebut tidak dapat menjalankan fungsi dan tugas serta perannya dengan baik, maka hal itu bisa menjadi loophole yang dapat memberikan ruang gerak bagi pelaku pencuci uang untuk melakukan aksi-aksi kejahatan, bahkan mereka dengan leluasa dapat mengembangkan aktifitas kejahatannya.

Sebagian masyarakat kita berpendapat bahwa upaya pemerintah Indonesia untuk dapat membagunan suatu rezim anti pencucian uang yang efektif tidak lain karena adanya tekanan internasional dengan berbagai ancaman yang telah dan akan diterapkan serta dampak yang mungkin timbul dari ancaman tersebut. Namun tentunya hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar apabila ditinjau dari sisi kepentingan nasional yang lebih besar terutama dalam konteks sistem penegakan hukum dan pembangunan perekonomian nasional.

Dalam sistem penegakan hukum, rezim anti pencucian uang hadir dengan paradigma baru. Semula orientasi tindak pidana yang pada umumnya adalah mengejar pelaku pidananya, sedangkan rezim anti pencucian uang lebih mengejar pada hasil-hasil tindak pidananya. Untuk efektifitasnya, undang-undang pencucian uang telah dilengkapi dengan ketentuan khusus, antara lain pengecualian dari ketentuan rahasia bank dan kerahasiaan transaksi keuangan lainnya, azas pembuktian terbalik, serta penyitaan dan perampasan aset. Di samping itu, untuk melaksanakan rezim anti pencucian uang yang efektif, koordinasi antara instansi merupakan kunci pokok keberhasilan, diantaranya antara Komite TPPU, PPATK, penyedia jasa keuangan (termasuk bank), regulator (Bank Indonesia, Bapepam, dan Departemen Keuangan), penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan), beberapa instansi yang memiliki fungsi sebagai penyidikan dan lembaga swasta lainnya. Dalam pada itu, kerjasama dalam hal pertukaran informasi intelijen di bidang kejahatan keuangan secara internasional telah pula lakukan oleh PPATK dengan FIU negara lain. Semua kelebihan dan atau kemudahan yang telah dipersiapkan tersebut, diharapkan bisa menjadi modal dalam upaya penegakan hukum yang pada gilirannya dapat menurunkan tingkat kejahatan terutama kejahatan yang menghasilkan harta kekayaan ilegal. (EN)


4 Responses to “bunga rampai aml”


  1. 1 Rio
    Maret 11, 2012 pukul 11:34 pm

    Pagi/ Siang/ Sore/ Malam pak.
    Saya Rio Rinchy Siahaan, mahasiswa FH Nommensen Medan.
    Dimana saya bisa beli/ miliki buku “Bunga Rampai Anti Pencucian Uang” Yunus Husein tersebut?
    Mohon di balas dengan Petunjuknya dan arahannya, pak.
    Terima Kasih,

  2. 4 Rio
    Maret 14, 2012 pukul 5:22 pm

    Salam pak,
    Saya sudah tanya ke penerbit Books terrace & library, ternyata bukunya sudah habis dan tidak diterbitkan/dicetak lagi.
    Begini pak,
    Di Medan tidak ada Toko buku yang menerbitkan buku Pencucian Uang, dan saya sudah coba cari di internet ternyata sangat jarang.
    Apakah saya boleh menggunakan buku “Bunga Rampai Anti Pencucian Uang” yang bapak miliki, karena saya sangat membutuhkan buku bahasan “Money Laundry” sebagai refrensi Skripsi saya, pak
    Atau mungkin bapak punya info lain penerbitan buku “Pencucian Uang” ?
    Sesudah dan sebelunya, terima kasih, pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: