17
Apr
09

Transaksi Derivatif di Indonesia

Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Dr. Hj. Lastuti Abubakar, SH, MH.

 

cover-buku-derivatifTRANSAKSI DERIVATIF DI INDONESIA

Tinjauan Hukum Tentang Perdagangan Derivatif di Bursa Efek

Cetakan pertama, 2009

 

Tataletak

Edi Nasution

 

Penerbit

Books Terrace & Library

Kompleks Metro Trade Center Blok B No. 21

Jl. Soekarno-Hatta, Bandung 40286

Telp/Fax. 62-22-7537555

ISBN 978-979-19401-0-8

 

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

Dilarang memperbanyak isi buku ini sebagian atau seluruhnya

dalam bentuk apapun tanpa izin pengarang/penerbit, kecuali untuk

pengutipan dalam penulisan artikel dan karangan ilmiah.

 

 

SEPATAH KATA 

 

Berbagai jenis transaksi telah mengalami perkembangan di pasar modal, tetapi seiring dengan itu juga menimbulkan permasalahan aspek hukum, yang terkait dengan Hukum Perjanjian dan Hukum Benda. Dalam praktiknya, kebutuhan akan transaksi derivatif tidak dapat dilepaskan dari fungsinya sebagai sarana lindung nilai (hedging), yang digunakan para investor untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan oleh harga saham yang hampir tidak dapat diprediksi secara tepat dalam pasar modal.

 

Menurut penulis buku ini, hedging sebenarnya sekaligus berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengalihkan risiko (risk transfer), sebagai upaya untuk dapat mengelola risiko investasi. Namun demikian, tidak sedikit para investor yang memanfaatkan transaksi derivatif sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan dari turun-naiknya harga produk derivatif itu sendiri tanpa memiliki portofolio investasi di pasar spot. Dengan kata lain, para investor menggunakan transaksi derivatif sebagai sarana untuk berspekulasi mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli (capital gain) produk derivatif. Hal ini kemudian menimbulkan anggapan bahwa transaksi derivatif tidak lebih dari transaksi yang digolongkan ke dalam bentuk perjudian karena keuntungannya sama sekali tidak dapat diduga. Para pelaku pasar tentu tidak menghendaki hal seperti itu, mengingat perjudian dalam sistem hukum perjanjian Indonesia digolongkan ke dalam perikatan alam (natuurlijke verbintenissen), yang tidak memberikan hak untuk menuntut pada kreditur apabila debitur tidak melakukan prestasinya.

 

Seiring dengan perkembangan ketentuan perjanjian, benda sebagai objek perjanjian juga mengalami perkembangan sesuai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang terus berkembang. Berbeda dengan hukum perjanjian yang menganut sistem terbuka dan memuat asas kebebasan berkontrak yang memungkinkan timbulnya perjanjian-perjanjian baru dalam perkembangannya, sementara hak-hak kebendaan yang termuat dalam hukum benda sebagaimana diatur dalam Buku II KUHPerdata menganut sistem tertutup. Dengan sistem tertutup tersebut orang tidak dapat mengadakan hak-hak kebendaan baru selain yang sudah ditetapkan dalam undang-undang. Hal ini menyebabkan perkembangan hukum benda tidak fleksibel seperti perkembangan hukum perjanjian. Sementara itu, perkembangan benda sebagai objek perjanjian pun harus mengikuti rambu-rambu dalam sistem hukum benda, yaitu diatur dengan undang-undang. Dalam praktik, khususnya di dunia bisnis, terdapat kecenderungan untuk mengartikan bahwa segala sesuatu yang mempunyai nilai komersial dapat dijadikan objek transaksi bisnis.

 

Oleh sebab itu penulis buku ini menyarankan agar Buku III KUHPerdata tentang Hukum Perikatan dan UUPM diperbarui mengingat kedua peraturan tersebut belum mengakomodasikan transaksi derivatif di dalamnya untuk memberikan landasan hukum yang kokoh bagi keberadaan transaksi derivatif melalui institusi yang diberi kewenangan untuk itu. Sejalan dengan itu perlu pula memperbarui Buku II KUHPerdata tentang Hukum Benda untuk memberikan landasan hukum bagi derivatif sebagai obyek transaksi bisnis di Indonesia, serta diterbitkannya Undang-undang Seku-ritisasi sebagai dasar hukum transformasi indeks saham menjadi surat berharga di Pasar Modal.

 

Dengan adanya kepastian hukum mengenai eksistensi transaksi derivatif dalam sistem hukum Indonesia, pada gilirannya diharapkan akan berperan dalam upaya menciptakan kepastian hukum dan juga sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi para investor.

 

Demikian sebagian kecil pokok permasalah yang dibahas dalam buku ini, dan semoga para pembaca yang budiman memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya, amin.

 

Bandung,  April 2009

Penerbit

 

 

 

 

 

 

 


7 Responses to “Transaksi Derivatif di Indonesia”


  1. Februari 17, 2011 pukul 2:46 am

    Selamat siang pak.. Dimana saya bisa dapatkan buku ini? Apa tidak diperjualbelikan di toko buku?

  2. 3 Christopher Iskandar
    September 4, 2011 pukul 7:27 am

    Kalau di Medan Pak, di mana saya bisa mendapatkan buku ini?

  3. 5 Christopher Iskandar
    September 6, 2011 pukul 2:49 am

    terima kasih atas infonya Pak.

  4. Juni 22, 2013 pukul 11:42 am

    Hi, Neat post. There is an issue together with your web site in internet explorer, might
    test this? IE nonetheless is the marketplace leader and a big part
    of other people will miss your fantastic writing
    due to this problem.

  5. September 3, 2013 pukul 6:16 am

    If some one desires expert view about blogging and site-building afterward i recommend him/her to pay a visit this web site, Keep up
    the pleasant job.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: