26
Agu
11

Tindak Pidana Di Bidang Kehutanan

 

 PENUNTUTAN PERKARA PIDANA KEHUTANAN 

 

Hak Cipta@ H. Fredi Azhari Siregar, SH, M.Hum 

Cetakan Pertama, Agustus 2011 

Penerbit

BOOKS TERRACE & LIBRARY

KompleksMetroTradeCenterBlok B No. 21

Jl. Soekarno-Hatta,Bandung40268

Telp/Fax : 62-22-7537555

Tataletak

Edi Nasution

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

Dilarang memperbanyak isi buku ini sebagian atau seluruhnya

dalam bentuk apapun tanpa izin penulis dan penerbit

 kecuali untuk pengutipan dalam penulisan

artikel dan karangan ilmiah.

 

ISBN 978-979-19401-8-4

 

FREDI AZHARI SIREGAR, lahir tanggal 3 Juni 1968 di Medan. Karir diawali sebagai Pjs. Kasi Perdatum Kejari Sinabang pada tahun 1996. Dua tahun kemudian (1998) memperoleh kesempatan menjadi Pj. Kasubag Pengurusan Surat Kejati Sumatera Utara. Pada tahun 2000 menjabat sebagai Kasubag Protokol dan Keamanan Kejati Sumatera Utara dan Kasi Eksekusi Upaya Hukum dan Eksaminasi Kejati Sumatera Utara. 

Sewaktu bertugas di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada tahun 2002 ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam kasus tindak pidana Bom Natal di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dengan terdakwa Edi Sugiarto (pelaku perakit bom) yang dihukum dengan pidana penjara 20 (dua puluh) tahun dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung RI. 

Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 2003 menjabat sebagai Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Belawan, dan tahun 2005 bertugas sebagai Pengkaji Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: Print. 08/N.6/Fd.1/12/2005 melaksanakan penyidikan atas dugaan TIPIKOR dalam pelaksanaan penjualan besi tua milik Pertamina dan kasusnya sekarang pada tingkat upaya hukum di Mahkamah Agung RI. 

Pada tahun 2008 menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Malinau di Kalimantan Timur bagian utara yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia, dan tiga tahun kemudian (2011) kembali bertugas di Pulau Sumatra dengan jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Sidimpuan.**

===============oo>>>

Sejak tahun 2001, upaya membasmi kejahatan yang berkaitan dengan kehutanan telah menjadi isu yang berkembang di tingkat internasional. Sejumlah negara penghasil kayu di Asia, Afrika dan Amerika Latin terlibat dalam program multilateral atau bilateral dengan negara-negara pengkonsumsi kayu untuk bersama-sama melawan kejahatan kehutanan. Pada 13 September 2001, pemerintah Kamboja, Cina, Indonesia, Laos, Papua Nugini, Filipina dan Thailand menandatangani Deklarasi Tingkat Menteri di Bali untuk Penegakan dan Pengaturan Hukum Kehutanan (FLEG). Deklarasi ini menyerukan agar segera diambil tindakan untuk memperkuat usaha-usaha nasional serta mempererat kerjasama bilateral, regional dan multilateral dalam rangka mengatasi pelanggaran hukum kehutanan dan kejahatan kehutanan (terutama pembalakan liar), perdagangan ilegal terkait dan korupsi, serta dampak negatif pelanggaran-pelanggaran tersebut bagi penegakan hukum. Next see: Merusak Tatanan Sosial Masyarakat


0 Responses to “Tindak Pidana Di Bidang Kehutanan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: