05
Jun
14

Penyelesaian Sengketa Internasional

cover bk Barran 2

Sistem Penyelesaian engketa Perdagangan Internasional: Perbandingan Sistem Penyelesaian Sengketa Antara General Agreement on Tariffs and trade (GATT) dan World Trade Organization (WTO)

 

Hak Cipta@ Barran Hamzah Nasution

Cetakan Pertama,  Juni 2014

x + 225 hlm + Bibliografi + Indeks

Penerbit

BOOKS TERRACE & LIBRARY

Kompleks Metro Trade Center Blok B No. 21

Jl. Soekarno-Hatta, Bandung 40268

Telp/Fax : 62-22-7537555

 

Tataletak

Edi Nasution

 

ISBN  978-602-18644-6-3

 

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

Dilarang memperbanyak isi buku ini sebagian atau seluruhnya

dalam bentuk apapun tanpa izin penulis dan penerbit

kecuali untuk pengutipan dalam penulisan

artikel dan karangan ilmiah

 

 

 

RESENSI

 

Buku ini ditulis oleh seorang sarjana hukum bernama Barran Hamzah Nasution dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Ia adalah anak seorang guru besar Fakultas Hukum USU bernama Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, M.Hum yang sekaligus pembimbingnya. Di samping itu, buku ini diberi Kata Sambutan oleh Prof. Hikmahanto Juwana SH., LL.M, Ph.D Guru Besar Hukum Internasional dan Hukum Perdagangan Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dalam sambutannya, Himahanto Juwana mengatakan bahwa kekuatan dari buku ini ada dua. Pertama, buku ini memaparkan secara sederhana mekanisme penyelesaian sengketa antar negara dan penyelesaian sengketa perdagangan internasional.  Kedua, dan ini merupakan kekuatan, buku ini menjelaskan dengan melakukan perbandingan (compare and contrast) antara sistem yang dikenal dalam GATT dan sistem yang dikenal dalam WTO. Persamaan dan perbedaan dua obyek akan memberi ketajaman dalam melihat suatu obyek.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sengketa dunia saat ini tidak lagi didominasi dengan perebutan wilayah yang memuncak pada Perang Dunia II maupun pengaruh (hegemony) yang membelah dunia menjadi blok Barat dan blok Timur. Sengketa antar negara saat ini didominasi oleh perebutan ‘pasar’. Dalam hal ini, ‘pasar’ menjadi penting karena kesejahteraan suatu negara dan terbukanya lapangan pekerjaan karena adanya pasar. Bagi negara yang memiliki banyak produsen tentu menginginkan agar pasar negara lain terbuka sehingga mereka dapat melakukan penetrasi atas barang, jasa dan kekayaan intelektualnya. Sementara bagi negara yang memiliki konsumen mereka menginginkan agar konsumen mereka tidak dieksploitasi oleh produsen dari negara lain.

Meski mayoritas masyarakat dunia telah menyepakati berbagai aturan yang akan membatasi pengambilan kebijakan dibidang perdagangan internasional, namun sengketa antar negara dibidang perdagangan tetap ada. Sengketa dagang tidak hanya antar negara yang masuk dalam katagori negara industri atau negara maju, tetapi juga antara negara industri dengan negara berkembang, bahkan antar negara berkembang. Dikotomi antar negara maju dan negara berkembang seolah tidak ada makna. Setiap negara terlepas dari statusnya akan ‘memaksa’ negara mitra dagangnya untuk membuka selebar-lebarnya pasar mereka. Sementara negara yang memiliki ‘pasar’ akan melakukan berbagai kebijakan untuk memberi kesempatan bagi pelaku usaha dalam negerinya.

Intensitas sengketa Indonesia dengan negara mitra dagangnya dalam beberapa tahun belakangan meninggi, baik sebagai pemohon maupun sebagai responden. Dalam beberapa perkara meski berhadapan dengan Amerika Serikat  atau Korea Selatan, Indonesia menang. Namun sayangnya kemenangan Indonesia masih dibantu oleh para pengacara asing. Indonesia belum memiliki pengacara-pengacara tangguh yang dapat mewakili posisi Indonesia ketika berhadapan dengan mitra dagangnya di Dispute Settlement Body (DSB) yang berada dibawah naungan World Trade Organization (WTO). Alasan utama adalah tidak banyak orang Indonesia yang memiliki ketertarikan dengan masalah perdagangan internasional, lebih khusus mekanisme penyelesaian sengketa yang ada dalam WTO.

Dalam hubungan ini, konteks inilah sesungguhnya yang membuat Hikmahanto Juwana menyambut baik karya Baran Hamzah Nasution yang berjudul Sistem Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional: Perbandingan sistem penyelesaian segnekta antara General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) dan World Trade Organization (WTO). Karya ini merupakan benih untuk membumikan hukum perdagangan internasional dalam konteks Indonesia.

Dengan telah siapnya karya tulis (skripsi) ini menjasi sebuah buku, Barran Hamzah Nasution merasa berterimakasih kepada banyak orang yang berperan, yang antara lain kepaada:

  1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH.,M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  2. Bapak Prof Dr. Budiman Ginting SH.,M.Hum., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  3. Bapak Syafruddin SH., M.Hum.,DFM., selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  4. Bapak Muhammad Husni, SH.,M.H., selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  5. Ibu Winda, SH., M.Hum, selaku Ketua Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  6. Bapak Ramli Siregar, SH., M.Hum., selaku Sekretaris Departemen Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan;
  7. Bapak Prof. Dr. Bismar Nasution, SH., M.H., selaku Dosen Pembimbing I yang telah menyediakan waktu untuk memberikan saran dan petunjuk serta bimbingan kepada penulis dalam penulisan skripsi ini
  8. Bapak Dr. Mahmul Siregar, SH.,M.Hum., selaku Dosen Pembimbing II, dalam kesibukannya sehari-hari beliau tetap meluangkan waktu bagi penulis untuk pengarahan dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini;
  9. Bapak Prof. Dr. Alvi Syahrin, SH. MS., selaku dosen pembimbing akademik penulis selama mengikuti masa perkuliahan;
  10. Bapak dan ibu staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang dengan penuh dedikasi menuntun dan membimbing penulis selama mengikuti perkuliahan sampai dengan menyelesaikan skripsi ini;
  11. Orang Tua penulis yang tercinta : Ayahanda Prof. Dr. Bismar Nasution SH. MH. dan Ibunda Dra. Berlianti, M.SP, yang telah memberikan segenap kasih sayang, perhatian dan bimbingan yang tulus kepada penulis;
  12. Adik-adik tercinta Bayanikhsan Hamzah Nasution dan Barkah Hamzah Nasution yang telah memberikan kasih sayang yang tulus dan dukungan moril kepada penulis;
  13. Teman-teman sekampus.
  14. Bapak dan ibu staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang dengan penuh dedikasi menuntun dan membimbing penulis selama mengikuti perkuliahan sampai dengan menyelesaikan skripsi ini;

Dalam hal ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan yang dimiliki oleh penulis. Oleh sebab itu penulis mengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sekalian demi kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk semua pihak. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, penulis berserah diri kepada Allah SWT dan penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada lagi kekurangan dalam menyelesaikan skripsi/buku ini, baik dari segi bahasa, penulisan maupun penyajian materinya. Namun demikian penulis tetap berusaha untuk menyelesaikan buku ini dengan baik. Penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan buku ini.

 

Jakarta, 05 Juni 2014

Edi Nasution

 

 

 

 


1 Response to “Penyelesaian Sengketa Internasional”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2014
S S R K J S M
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 75,846 hits

%d blogger menyukai ini: